Gangguan Hormonal Acromegaly, Terdengar Asing?

Acromegaly berasal dari istilah Yunani yaitu akron (ekstremitas) dan megale (besar). Sesuai dengan keadaan klinis dari penyakit ini, acromegaly adalah penyakit yang mengalami pembesaran di kaki dan tangan. Penyakit ini tidak umum dan jarang ditemukan. Hmm, yuk kita cari tahu lebih lanjut!

acromegaly-penyakit-hormon-tes-dna-asaren

Acromegaly? Kok Asing Ya?

Mungkin kita jarang mendengar tentang Acromegaly tetapi penyakit ini adalah salah satu penyakit hormonal yang kronis dan berbahaya. Penyakit ini diawali dengan peningkatan kadar faktor pertumbuhan seperti insulin-1. Menurut ahli, biasanya penyakit ini terjadi pada usia 40 – 45 tahun dan pada anak-anak (sebelum pubertas), kondisi ini disebut “gigantisme”.

Angka prevalensi acromegaly diperkirakan mencapai 70 kasus dari satu juta penduduk, sementara angka kejadian acromegaly diperkiran mencapai 3-4 kasus setiap tahunnya dari satu juta penduduk. Laki-laki atau perempuan mempunyai frekuensi yang sama dan tidak ada kecenderungan jenis kelamin.

Apa Saja Gejala dari Acromegaly?

Ada beberapa gejala klinis dari Acromegaly, yaitu:

  1. Nyeri sendi
  2. Gagal jantung
  3. Gagal pernapasan
  4. Diabetes melitus
  5. Hipertensi

Namun seiring berjalannya waktu, jika penyakit sudah memasuki kondisi lanjut maka gejala bertambah menjadi lebih parah seperti:

  1. Terdapat tumor di bagian tubuh
  2. Perubahan yang signifikan pada wajah
  3. Kondisi kulit menebal dan menjadi lebih berminyak
  4. Penurunan libido
  5. Gangguan haid pada wanita dan gangguan ereksi pada pria

acromegaly-penyakit-hormon-tes-dna-asaren

Lalu, Apa Penyebab dari Acromegaly?

Penyebab utama dari Acromegaly adalah produksi hormon pertumbuhan oleh kelenjar pituitari yang berlebihan. Faktor resiko bisa meningkat jika ada keluarga yang mengidap penyakit ini yang berarti genetik juga menjadi salah satu penyebab. Penyebab lainnya juga bisa dikarenakan adanya tumor di paru-paru dan pankreas.

Penyakit ini akan sangat berbahaya jika telat ditangani dan muncul beberapa penyakit komplikasi, seperti:

  1. Pertumbuhan pra kanker
  2. Sleep apnea
  3. Kehilangan penglihatan

Maka dari itu, lebih baik lakukan pencegahan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan dan salah satunya adalah tes DNA. Asa Ren menghadirkan tes DNA genotyping yang mempunyai beberapa manfaat.

Menggunakan teknologi MicroArray, Asa Ren dapat menghasilkan keakuratan sebesar 98.5%. Anda bisa mengetahui potensi resiko penyakit-penyakit keturunan dan pola hidup sehat apa yang cocok dengan DNA Anda. So, tunggu apalagi? Tes DNA sekarang!

Source:

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, RSUP H. Adam Malik Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up