Anak Terbiasa Menghisap Jempol? Ketahui Dampaknya Saat Dewasa Nanti!

anak menghisap jempol

Jika Anda sudah memiliki buah hati yang harus dibesarkan, ada kemungkinan mereka akan mengembangkan kebiasaan menghisap jempol. Sebagai orang tua apakah Anda penasaran, kenapa sih anak bisa menumbuhkan kebiasaan untuk menghisap jempol? Ternyata ini dilakukan karena mereka merasa nyaman ketika mengisap jempol mereka. Anak-anak memiliki rooting alami dan refleks menghisap yang dapat menyebabkan mereka memasukkan jari-jari ke mulut.

Kebiasaan ini biasanya timbul pada usia 6-7 bulan mereka tumbuh, dan dapat muncul kembali di usia 2 tahun. Namun itu merupakan hal yang normal untuk dilakukan selama mereka masih dalam masa pertumbuhan gigi.

Jika anak sudah menginjak usia di atas 3 tahun, ada baiknya untuk mulai mengajari anak untuk mulai meninggalkan kebiasaan ini. Karena meski terlihat biasa, menghisap jempol memiliki efek yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang ketika anak dewasa nanti.

kebiasaan anak menghisap jempol

Apa saja Dampak dari Menghisap Jempol?

  • Maloklusi Gigi

Menghisap jempol memiliki efek jangka panjang jika anak Anda telah mulai menumbuhkan gigi permanennya, salah satunya adalah maloklusi gigi

Maloklusi gigi disebabkan dari pertumbuhan gigi dan kontur rahang yang menjadi tidak proporsionall, akhirnya struktur pertumbuhan gigi menjadi tidak rata. Bagian gigi atas akan terdorong ke arah depan, sehingga membuat gigi mereka menjadi lebih maju, atau tonggos

maloklusi gigi

Meski tidak membahayakan kesehatan,maloklusi gigi dapat menyebabkan anak untuk kehilangan kepercayaan diri karena tampilan wajah mereka yang kurang simetris.

Selain itu, maloklusi gigi juga dapat menyebabkan masalah dalam sistem pencernaan mereka, terutama dalam proses mengunyah. Hal ini membuat anak akhirnya kesulitan untuk menghancurkan makanan yang mereka konsumsi. Sehingga, hal tersebut juga berpengaruh ketika makanan masuk ke dalam perut mereka.

  • Infeksi Gusi dan Mulut

Menghisap jempol juga dapat mengakibatkan permasalahan infeksi pada gusi dan mulut buah hati. Jempol anak yang jarang dibersihkan akan memiliki kandungan bakteri serta zat-zat kotor yang akan mengganggu kesehatan mulut mereka.

Ketika mulut terlalu sering terkena infeksi bakteri, zat-zat tersebut dapat merambat ke kesehatan gigi juga. Hal ini dapapt membuat gigi mereka menjadi rentan untuk berlubang yang dapat berdampak pada saat dewasa nanti.

infeksi gusi gigi dan mulut

Baca Juga: Pentingnya Mengenal Gangguan ADHD Sejak Dini Untuk Pertumbuhan Anak

Cara menghentikan kebiasaan menghisap jempol

Anda tidak perlu khawatir, karena kebiasaan ini pada akhirnya pasti akan hilang. Namun untuk melatih anak agar dapat meninggalkan kebiasaan ini lebih cepat, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan :

Pertama, Anda bisa mengalihkan perhatian mereka dengan kegiatan lain. Jika anak mulai menghisap jempol, Anda bisa mengajak mereka bermain. Selain itu, Anda juga dapat memberikan mereka sesuatu yang bisa makan atau minum untuk mengalihkan perhatian mereka.

keluarga bahagia antara anak dan orang tua

Lalu, Anda dapat mencari tahu mengapa mereka mengisap jempol mereka. Biasanya, menghisap jempol dapat terpicu karena hal tertentu, seperti rasa lapar, bosan, atau kelelahan. Jika berhasil menemukan alasannya, maka penuhi kebutuhannya dengan memberikan apa yang mereka butuhkan.

Ketika anak mulai meninggalkan kebiasaan ini, pastikan berikan mereka apresiasi, baik itu dengan ucapan hingga dalam bentuk hadiah. Apresiasi juga merupakan salah satu bentuk gerakan yang dapat mempertahankan hubungan orang tua dengan anak.

Selain itu, kenali apa yang mereka butuhkan, seperti perawatan yang cocok dengan dirinya. Dengan mengetahui semua permasalahan mengenai gigi dan mulut mereka, kita dapat mengontrol gaya hidup mereka menjadi lebih baik.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui kebtuhan mereka yaitu melalui tes DNA dari Asaren.

 

Dapatkan Informasinya dengan Asaren!

Asaren adalah platform tes DNA yang dapat memberikan seluruh informasi mengenai tubuh kalian. Dalam report DNA Asaren, kami menyediakan kategori report “Kesehatan Gigi dan Mulut” yang dapat memberikan seluruh informasi terkait potensi dari kesehatan gigi dan mulut buah hati Anda. 

Dengan tes DNA, Anda dapat menemukan seberapa besar faktor risiko yang dimiliki anak pada masalah kesehatan gigi dan mulut mereka. Sehingga, Anda dapat mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik dan mendukung tumbuh kembang mereka.

Anda juga akan menemukan tips anjuran serta larangan yang bisa diikuti. Dengan begitu, Anda dapat menjaga kesehatan anak dengan lebih mudah, termasuk dengan kesehatan gigi dan mulut mereka.

Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai tes DNA kami, klik disini.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up