Mengenal 4 Teori Asal Usul Nenek Moyang Indonesia

Ilustrasi teori asal-usul nenek moyang Indonesia. Foto: Unsplash.com

Ditinjau oleh dr. Nurin Aisyiyah Listyasari

Sebagian besar bangsa Indonesia, mungkin masih belum benar-benar mengetahui asal usul nenek moyang bangsa ini. Untuk menguliknya lebih dalam, terdapat empat teori asal usul nenek moyang Indonesia yang terkenal untuk bisa Teman Asa ketahui.

Indonesia sendiri adalah bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama, dan wilayahnya. Itulah mengapa Indonesia memiliki banyak kebudayaan, termasuk kekayaan alam, kekayaan intelektual, dan kekayaan leluhurnya.

Generasi bangsa Indonesia, termasuk kamu nih Teman Asa, mungkin perlu mengetahui bagaimana sejarah asal usul nenek moyang agar bisa belajar banyak hal tentang perkembangan corak hidup leluhur bangsa. Jauh sebelum Indonesia dijajah oleh Belanda sampai akhirnya merdeka, kita juga memiliki sejarah bagaimana akhirnya kita memiliki beragam suku dan budaya di beberapa wilayah.

Teori Asal Usul Nenek Moyang Indonesia

Teman Asa tahu nggak, bahwa manusia yang kita kenal saat ini ternyata bukanlah keturunan dari manusia purba Pithecantropus atau Meganthropus.

Lalu, siapa keturunan dari manusia saat ini? Jadi, jenis manusia purba yang diduga sebagai nenek moyang bangsa Indonesia adalah Homo Sapiens.

Tapi, apakah Teman Asa juga tahu kalau nenek moyang kita bukanlah asli dari Indonesia? Dari luas dan besarnya bangsa ini, berdasarkan bukti yang sudah ditemukan, ternyata ada berbagai kemungkinan tentang nenek moyang kita yang kemudian dituangkan ke dalam empat teori berbeda.

Kok bisa teori asal usul nenek moyang ada bermacam-macam? Sebab, tidak mudah untuk mencari tahu dengan jelas siapa dan dari mana nenek moyang kita dahulu. Maka dari itu, banyak para ahli dan ilmuwan yang berusaha untuk mengumpulkan peninggalan serta bukti yang dapat dijadikan landasan teori tentang nenek moyang kita.

Berdasarkan bukti yang ditemukan, terdapat empat teori yang berbeda tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. Yuk, simak penjelasan terkait keempat teori tersebut.

Baca juga: Genetik atau Gaya Hidup, Mana yang Lebih Berpengaruh dalam Hidup Kita?

1. Teori Yunan

Ilustrasi teori Yunan. Foto: Unsplash.com
Ilustrasi teori Yunan. Foto: Unsplash.com

Teori yang dicetuskan oleh Robert Barron von Heine ini menyatakan bahwa manusia purba di Indonesia atau nenek moyang bangsa ini berasal dari wilayah Tiongkok, tepatnya daerah Yunan bagian Cina Selatan. 

Apa sih bukti yang mendukung teori ini? Berdasarkan penelitian dan penemuan, hal yang menjadi dasar utama teori ini adalah adanya kesamaan artefak dan bahasa Melayu yang berkembang di Nusantara serumpun dengan bahasa Champa (Kamboja).

Lalu, bagaimana cara nenek moyang kita bermigrasi dari Yunan ke Nusantara? Cara nenek moyang kita bermigrasi dari Yunan ke Nusantara diyakini terbagi menjadi tiga gelombang.

Pertama, perpindahan orang Negrito. Orang Negrito diyakini sebagai penduduk paling awal di kepulauan Nusantara, yaitu sejak 1.000 SM. Hal ini dapat dibuktikan dengan penemuan arkeolog di Gua Cha, Malaysia. 

Kedua, jalur barat (Malaysia dan sekitarnya) dan timur (Filipina) atau disebut sebagai Proto Melayu. Kelompok pada gelombang ini datang ke Nusantara sekitar tahun 3.000 – 1.500 SM dengan membawa kebudayaan Neolitikum (zaman batu muda).

Sedangkan yang ketiga, melalui jalur barat yang disebut sebagai kelompok Deutro Melayu. Mereka yang termasuk dalam gelombang ini membawa kebudayaan yang lebih modern, seperti memperkenalkan perahu bercadik dua yang terjadi sekitar tahun 1.500 hingga 500 SM.

Para ahli yang sepakat dengan teori ini, di antaranya ada R. H Geldern, J. H. C. Kern, dan Mohammad Ali. Eits, bukan Moh. Ali sang legenda tinju ya, tetapi R. Mohammad Ali yang merupakan ahli sejarah. 

2. Teori Nusantara

Berbeda dengan teori Yunan, teori Nusantara menyebutkan bahwa bangsa Indonesia berasal dari wilayah Indonesia itu sendiri. Jadi, manusia purba yang kelak menjadi nenek moyang bangsa Indonesia tetap berasal dari Indonesia, bukan dari luar. Teori ini pun didukung oleh J. Crawford, K. Himly, Sutan Takdir Alisjahbana, Muhammad Yamin, dan Gorys Keraf.

Lantas, apa sih yang melandasi teori Nusantara? Setidaknya ada empat dasar utama dari teori ini. Apa saja itu?

  • Bahasa Melayu memiliki kesamaan dengan bahasa Champa (Kamboja), namun persamaan itu hanya kebetulan saja
  • Mengatakan bangsa Melayu merupakan bangsa dengan berperadaban tinggi
  • Kemungkinan adanya orang Melayu adalah keturunan dari Homo Soloensis dan Homo Wajakensis
  • Adanya perbedaan bahasa antara Austronesia yang berkembang di Nusantara  dengan Indo-Eropa yang berkembang di Asia Tengah

3. Teori Out of Taiwan

Ilustrasi teori Out of Taiwan. Foto: Wikimedia Commons
Ilustrasi teori Out of Taiwan. Foto: Wikimedia Commons

Dalam teori ini, dijelaskan bahwa asal usul bangsa Indonesia berasal dari Taiwan lebih tepatnya di kepulauan Famosa. Teori ini pula memiliki banyak pendukung karena disertai dengan bukti-bukti sejarah yang cukup kuat. Nah, salah satu pendukungnya, yaitu Harry Truman Simanjuntak.

Dasar utama dari teori ini sendiri adalah tidak adanya pola genetika yang sama antara kromosom manusia Indonesia dengan manusia yang berada di Tiongkok. Selain itu, bahasa yang digunakan dan berkembang di Nusantara pun adalah bahasa yang masuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia.

Jadi dari segi bahasa sudah jelas dong, kalau orang-orang Nusantara mengadopsi budaya Austronesia dan mengembangkannya menjadi bangsa Indonesia seperti saat ini. 

Apa itu bahasa Austronesia? Austronesia merupakan rumpun bahasa yang mencakup 1.200 bahasa yang dituturkan oleh populasi yang mendiami kawasan lebih dari setengah bola dunia. 

Penutur bahasa Austronesia tiba terlebih dahulu di Filipina sekitar 3.000 hingga 4.500 SM. Kemudian, manusia yang mendiami Filipina melakukan migrasi ke Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Dengan demikian, dari segi bahasa dapat dilihat bahwa orang-orang Indonesia mengadopsi budaya Austronesia dan mengembangkannya sampai menjadi bahasa Indonesia seperti sekarang.

4. Teori Out of Africa

Teori yang dicetus pertama kali oleh Max Ingman ini mengungkapkan bahwa homo sapiens, manusia modern, pertama muncul di benua Afrika. Kemudian mereka menyebar ke seluruh dunia antara 200.000 hingga 100.000 tahun lalu. Ini artinya, semua manusia modern yang hidup saat ini berasal dari Afrika.

Nah, jika teori-teori sebelumnya banyak berhubungan dengan bahasa dan budaya, berbeda nih dengan teori Out of Africa. Anggapan dari teori Out of Africa ini berdasarkan pada kajian ilmu genetika lewat penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan gen laki-laki.

Melansir dari laman Dexa Scholarship, Profesor Herawati Sudoyo, ahli genetika dari Biomolekuler Eijkman Institut mengatakan bahwa manusia Indonesia adalah campuran beragam genetika yang pada awalnya berasal dari Afrika.

Bukan tanpa alasan nih Teman Asa, hal itu terungkap melalui penelitian asal usul orang Indonesia secara genetik yang dilakukan beliau bersama Lembaga Eijkman.

Sebagian orang mungkin tertarik untuk mengetahui latar belakang dan asal usul nenek moyang mereka. Untuk mengetahui informasi tersebut, Asa Ren dapat membantu mengungkap jejak langkah yang ada di dalam DNA yang membentuk identitasmu saat ini. Kamu akan menikmati perjalanan unik saat membaca hasil report-nya.

Baca juga: Gagal Ginjal Akut pada Anak Sudah Ada Obatnya!

Temukan Ceritamu Bersama Asa Ren

Teman Asa, kira-kira penasaran atau tidak dengan asal usul leluhurmu? Mungkin sebagian dari kamu ada yang penasaran dan ada juga yang tidak. Namun, tidak ada salahnya jika kamu ingin mengetahui dari mana leluhurmu berada.

Setelah sukses dengan produk tes DNA yang dapat mengetahui berbagai potensi yang ada dalam dirimu, seperti kesehatan, sifat sukses, dan karakteristik kepribadian, kini Asa Ren hadir dengan membawa produk terbaru dengan hasil report yang menarik dan unik lewat tes DNA bernama Asa Ancestry. 

Asa Ancestry adalah produk tes DNA terbaru dari Asa Ren yang digunakan untuk mengetahui gen tentang asal usul perjalanan dari setiap manusia. Kamu yang melakukan tes DNA ini akan mendapatkan hasil report yang menarik, salah satunya Modern Ancestry, yang bisa memberitahumu persentase DNA dari setiap populasi yang terdiri dari 6 benua.

Menggunakan metode Ancestry Informative Markers (AIMs) dan teknologi ASA Beadchip (MicroArray), tes DNA Asa Ancestry dapat menghasilkan tingkat akurasi mencapai 98,5%.

Ada penawaran menarik buat Teman Asa yang ingin melakukan tes DNA Asa Ancestry ini. Kamu bisa mengikuti pre-order dengan biaya tes DNA Asa Ancestry senilai Rp1.111.000 yang berlangsung hingga November 2022 dan hanya tersedia di aplikasi Asa Ren.

Tes DNA Asa Ancestry dapat digunakan oleh setiap orang dari berbagai usia. Hanya saja, Asa Ren memberikan rekomendasi usia, mulai dari 2-3 tahun karena anak yang berada di bawah usia tersebut belum cukup kooperatif untuk melakukan tes DNA ini.

Ayo, temukan perjalanan menarik dalam tubuhmu bersama Asa Ren.

Sumber:

BBC – The History of Africa

History Learning – Out of Taiwan Model

Historia – Indonesia Penurut Austronesia Terbesar

Dexa Scholarship – Prof. Herawati Sudoyono: Campuran Gen Manusia Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up