Bahaya! Hindari Obesitas pada Anak

bahaya-obesitas-pada-anak

Obesitas adalah gangguan gizi yang paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Kurang lebih 43 juta orang mengalami obesitas dan sekitar 21-24% dari keselurahannya adalah anak-anak dan remaja. Obesitas merupakan masalah kesehatan baik di negara maju dan berkembang. Pada kasus ini, obesitas pada anak disebabkan oleh predisposisi terhadap resistensi insulin.

bahaya-obesitas-pada-anak-asaren

Faktor-faktor yang memengaruhi obesitas pada anak

Obesitas terjadi ketika tubuh mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar hingga kurangnya berolahraga. Selain itu, obesitas pada anak biasanya disebabkan oleh minuman manis tinggi kalori hingga genetik. Perilaku konsumsi, genetika, lingkungan, metabolisme, dan gaya hidup memainkan peran penting dalam perkembangan obesitas. Sekitar 90% kasus obesitas adalah idiopatik, 10% sisanya terkait dengan genetik.

Faktor genetik berati ada potensi genetik obesitas yang berasal dari orang tua sehingga menyebabkan anak kelebihan berat badan. Faktor perilaku meliputi konsumsi dan kurang aktivitas fisik.

Gejala obesitas pada anak

Anak yang mengalami obesitas mempunyai gejala tekanan darah tinggi akibat kadar kolesterol jahat. Lalu, untuk kondisi fisiknya akan terlihat sangat jelas dengan perut yang membuncit dan kesulitan dalam aktivitas fisik. Sebagai tindakan pencegahan, orang tua juga bisa mengecek BMI anak secara berkala mengikuti perkembangannya.

Selain keadaan fisik yang terlihat secara signifikan, anak bisa juga bisa memiliki gangguan pernapasan seperti asma dan sleep apnea. Hal ini dikarenakan adanya inflamasi di jaringan pembuluh darah paru-paru dan penimbunan lemak. Selain itu, kondisi hati anak akan berlemak yang juga dikenal sebagai fatty liver disease akibat penumpukan lemak di tubuh dan di dalam pembuluh darah.

yang-harus-dilakukan-agar-terhindar-obesitas-anak-asaren

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah obesitas pada anak?

Pada anak-anak dan remaja, obesitas dapat dilawan melalui konsumsi kalori yang lebih rendah, penurunan berat badan atau program diet serta peningkatan aktivitas fisik. Ada beberapa tindakan serius yang bisa diambil berdasarkan tingkat obesitas seperti mengkonsumsi obat-obatan sampai dengan tindakan bedah.

Lalu, bagaimana caranya untuk identifikasi awal obesitas pada anak jika ada potensi genetik? Asaren menghadirkan tes DNA genotyping yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi potensi-potensi genetik tubuh Anak. Hanya dengan tes DNA melalui swab di bagian pipi, Anda langsung bisa mendapatkan 20+ kategori reports mengenai tubuh Anak. Mulai dari penyakit keturunan, personality traits dan kesehatan mental, mengetahui DNA anak semudah melihat buku panduan.

Terus lindungi kesehatan anak Anda sekarang dan di masa depan! Selamat hari Anak!

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up