Testosteron Rendah Pada Laki-laki, Apa Dampaknya Bagi Kesehatan?

testosteron rendah laki-laki

Jika membicarakan keseimbangan kesehatan tubuh, hormon merupakan salah satu aspek yang memiliki pengaruh yang signifikan. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel untuk mempengaruhi berbagai sistem dan proses di dalam tubuh seperti pertumbuhan, metabolisme, hingga kerja organ tubuh.

Beberapa jenis hormon yang berperan penting yaitu insulin, koristol, tiroid, dan testosteron, yang merupakan hormon penting terutama untuk laki-laki.

Apa itu Hormon Testosteron?

Hormon testosteron adalah salah satu hormon yang berperan penting dalam kesehatan pria. Hormon ini memiliki fungsi untuk memproduksi sel sperma serta menjaga vitalitas dan gairah dari aktivitas seksual pria. 

Pertumbuhan dari hormon testosteron juga dapat berdampak pada perkembangan fisik pria, diantaranya :

  • Perkembangan alat reproduksi (penis & testis)
  • Tumbuh rambut pada area tertentu (ketiak, janggut, sekitar kemaluan, dll.)
  • Perubahan suara
  • Pembangunan otot dan kekuatan tulang

Meski dikenal sebagai hormon pria, wanita juga dapat memproduksi hormon testosteron loh! Namun jumlah yang dihasilkan tidak sebanyak yang dihasilkan pria. Hormon testosteron akan mulai diproduksi ketika seorang pria menginjak masa pubertas mereka dan umumnya akan terus diproduksi dengan normal hingga umur 30-an. 

Setelah itu, biasanya produksi akan menurun secara perlahan, terutama pada usia 60 keatas. Namun defisiensi testosteron atau menurunnya kadar testosteron juga dapat terjadi kapan saja, bahkan pada usia muda.

Kadar Testosteron Rendah Laki-laki

Penyebab Kadar Testosteron Rendah

Selain dari faktor usia, rendahnya kadar testosteron juga dapat disebabkan oleh Hipogonadisme, yang merupakan kondisi dimana tubuh memproduksi hormon seksual dengan jumlah dibawah rata-rata.

  • Hipogonadisme Primer

Hipogonadisme primer merupakan faktor genetik atau traumatis yang menyebabkan fungsi testis menjadi tidak maksimal dalam memproduksi testosteron. Penyebab utama dari kondisi ini biasanya yaitu sindrom Klinefelter dan tumor testis. Beberapa penyebab lainnya yaitu hemokromatosis, cedera testis, hingga pengobatan yang memaparkan radiasi seperti kemoterapi.

  • Hipogonadisme Sekunder

Kondisi hipogonadisme sekunder merupakan faktor yang disebabkan karena kerusakan atau berbagai penyakit pada hipotalamus atau bagian otak yang berfungsi dalam mengendalikan produksi hormon testosteron. Penyebab faktor lainnya berupa obesitas, kesehatan mental, dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Rendah Hormon Testosteron Akibat Obat-Obatan

Baca Juga: Kenali Gangguan Hormon Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) Pada Wanita

Apa Dampaknya Jika Kadar Testosteron Rendah?

Kadar testosteron rendah akan sangat berdampak pada kesehatan fisik hingga mental seorang pria. Hal ini dikarenakan ketika kadar testosteron rendah, sehingga hormon rangsangan seksual juga akan terus menurun berdampak pada kesehatan.

Beberapa dampak yang dapat disebabkan pada pria antara lain :

    • Turunnya tingkat Kesuburan
    • Disfungsi ereksi
    • Berkurangnya kekuatan otot dan tulang
    • Rambut rontok
    • Meningkatkan risiko obesitas
    • Sensasi kepanasan di wajah atau Hot Flashes
    • Melemahnya fisik tubuh
    • Cenderung untuk merasa depresi
    • Mengganggu pola tidur
    • Penurunan rasa percaya diri

Selain itu, pada wanita kadar testosteron rendah juga dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur dan melambatnya pertumbuhan payudara.

Makanan dan Minuman Sehat

Mari cegah testosteron rendah lewat gaya hidup sehat!

Kadar testosteron rendah dapat dicegah melalui pola hidup yang sehat. Berikut beberapa aktivitas yang bisa meningkatkan kualitas hidupmu dan mengurangi risiko untuk defisiensi testosteron :

  • Memperbaiki pola tidur. Pola tidur yang berantakan dapat menyebabkan produksi hormon menjadi tidak maksimal. Dengan kualitas tidur yang baik, produksi hormon dalam tubuh akan berjalan dengan normal dan tidak mengganggu aktivitas organ tubuh dalam menjalankan fungsinya.
  • Rutin Berolahraga. Hormon dapat diproduksi ketika tubuh aktif dalam beraktivitas. Dengan olahraga, tubuh kita akan terus dalam kondisi fit karena rutin melakukan aktivitas berat, sehingga otak akan terus mengirim sinyal untuk memproduksi hormon.
  • Mengkonsumsi makanan sehat. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin D tinggi untuk meningkatkan kadar testosteron seperti ikan, daging, telur, hingga kacang-kacangan.
  • Hindari stres berlebihan. Stres merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu aktivitas produksi hormon testosteron. Maka, penting bagi kita untuk menjaga emosi serta pikiran untuk tetap tenang.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kita tidak pernah tau kapan sebuah penyakit dapat menyerang kita. Maka, ada baiknya jika kita mencari tahu kondisi kesehatan secara rutin agar dapat mendeteksi adanya kelainan dalam diri kita.
  • Mencari tahu potensi gangguan terkait gender. Tidak ada solusi yang lebih baik dengan mencari tahu besar potensimu untuk terkena gangguan terkait gender, seperti testosteron rendah. Bukankah hidup akan jauh lebih baik jika kita mengetahui segala potensi yang ada dalam diri kita?

Untuk mengetahui potensi tersebut, tes DNA bisa kalian lakukan. Hal ini dikarenakan DNA dapat menyimpan informasi terkait potensi diri kita, salah satunya hal-hal terkait gender.

Dengan tes DNA, kamu bisa menemukan potensimu dalam kesehatan terkait gender. Hal-hal seperti hormon testosteron, disfungsi ereksi, kesehatan prostat, hingga permasalahan dalam menopause. Ayo tes DNA kamu sekarang bersama Asaren, cek info selengkapnya disini.

 

Sumber:

Jurnal TESTOSTERON AND THE BENEFIT FOR MEN’S HEALTH, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fak. Kedokteran Unand/ RSUP Dr. M. Djamil Padang, oleh Eva Decroli

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up