Ayo Kenali 4 Tahapan Tidur Yang Harus Kamu Ketahui!

4 tahapan tidur yang harus diketahui

Hai teman Asa! Setelah seharian beraktivitas penuh, pasti hal pertama yang ingin kita lakukan ketika sampai rumah yaitu langsung beristirahat, bukan? Tidur diketahui sebagai bentuk istirahat yang paling maksimal karena tubuh kita tidak terjaga dan masuk ke dalam mode recharge. Namun yang tidak banyak orang tahu, sebenarnya pada saat tidur, otak kita juga tetap melakukan serangkaian tahapan tidur loh.

Tidur merupakan aktivitas yang cukup kompleks yang terdiri dari beberapa tahapan berbeda dan terjadi secara berurutan. Jika direkam dengan alat Electroencephalograph (EEG), otak kita sebenarnya mengalami 4 fase. Apa saja fase-fase itu? Yuk kita bahas sekilas melalui artikel ini.

Apa itu tahapan tidur dan kenapa itu penting?

Tahapan tidur merupakan fase-fase yang akan kita lalui mulai dari memejamkan mata hingga tertidur pulas. Tahapan-tahap tersebut sangat penting karena memungkinkan otak dan tubuh untuk memulihkan diri dan dapat berkembang. Kegagalan untuk mendapatkan tidur nyenyak dan tidur REM yang cukup dapat menjelaskan beberapa konsekuensi mendalam dari kurang tidur pada pemikiran, emosi, dan kesehatan fisik.

Orang yang sering terbangun dalam tidurnya, seperti orang dengan sleep apnea atau insomnia, mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengikuti siklus yang benar ke tahap tidur yang lebih dalam.

Beautiful woman stretching with pleasure in bed

Baca Juga Artikel Terkait: 5 Tips Tingkatkan Kualitas Tidur Untuk Menjaga Produktivitas

Apa saja 4  tahapan tidur?

Ketika tidur, tubuh kita akan mengalami fase tidur rapid eye movement (REM) dan tidur non-REM. Namun fase non-REM terbagi menjadi 3 fase :

1. Tahap 1 Non-REM: Tidur-tidur Ayam 

Dalam tahap Non-REM yang pertama, kita sudah jatuh tidur namun tubuh, mental, dan pikiran kita masih berada pada ambang realitas dan alam bawah sadar. Bisa dikatakan, kita sedang setengah tidur di fase ini.

Pada tahap ini, tubuh belum sepenuhnya rileks, meskipun aktivitas tubuh dan otak mulai melambat dengan periode pergerakan tubuh dengan singkat. Ada perubahan ringan dalam aktivitas otak yang terkait dengan tertidur pada tahap ini.

Meski mata sudah tertutup, kita masih bisa terbangun dengan mudah pada fase ini. Biasanya fase ini hanya berlangsung selama 1-5 menit hingga akhirnya memasuki ke tahap berikutnya.

2. Tahap 2 Non-REM: Menuju Tidur Pulas

Tahap berikutnya yaitu menuju tidur pulas, artinya tubuh kita sudah memasuki fase tidur sepenuhnya. Dalam fase ini, suhu tubuh akan menurun, otot kita akan rileks, detak jantung dan pernapasan menjadi lebih lambat, dan pergerakan mata akan terhenti.

Pada tahap ini, kamu juga akan menjadi semakin kurang sadar akan lingkungan sekitar. Jika ada orang yang melakukan percakapan dan terdengar pada tahap ini, kamu tidak dapat memahami apa isi dari percakapan tersebut.

Tahap tidur yang satu ini dapat berlangsung selama 10-25 menit selama siklus tidur pertama, dan setiap pengulangan siklus, tahap ini dapat menjadi lebih lama pada malam hari dan biasanya dapat menghabiskan sekitar setengah waktu tidurmu.

3. Tahap 3 Non-REM: Tidur Nyenyak

Yang ketiga yaitu tahap tidur nyenyak, dimana tubuhmu akan jatuh tertidur pulas atau terlelap. Dalam tahap ini otak kita akan melepaskan gelombang delta atau slow-wave sleep (SWS). Tubuh kita akan menjadi kurang responsif dan suara serta aktivitas di sekitar kita mungkin gagal untuk menghasilkan respons.

Jika kita mencoba membangunkan seseorang yang sudah masuk ke dalam tahap ini, maka mereka akan kesulitan untuk menyesuaikan diri mereka. Sering kali mereka akan merasa kikuk, grogi, serta kebingungan selama beberapa menit setelah bangun tidur.

Kami menghabiskan sebagian besar waktu tidur kita dalam fase tidur nyenyak, terutama pada paruh pertama malam. Tahap ini biasanya berlangsung selama 20-40 menit. Selama waktu tidur kita berjalan, tahap-tahap ini akan menjadi lebih pendek, dan lebih banyak waktu dihabiskan untuk tahapan tidur berikutnya, yaitu tidur REM.

4. Tahap REM: Tidur Bermimpi

Lalu tahap terakhir pada tahapan tidur kita yaitu tahap REM atau tidur bermimpi. Dalam tahap ini, tubuh kita akan mengalami berbagai kondisi dimana pernapasan dan pergerakan mata menjadi lebih cepat dan tidak teratur. Selain itu, aktivitas otak dan detak jantung meningkat serta tekanan darah naik.

Tahapan ini dipercaya sangat penting dalam peningkatan fungsi kognitif otak, seperti ingatan, proses belajar, dan kreativitas. Tahapan tidur REM dikenal dengan tahap mimpi yang paling jelas, yang terlihat dari adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas otak. Mimpi dapat terjadi pada setiap tahap tidur, tetapi kurang umum dan intens pada tahap REM.

Sebagian besar orang dewasa menghabiskan sekitar 25% dari total tidurnya pada tahap ini. Kamu baru bisa memasuki tahap tidur REM setelah kamu tertidur sekitar 90 menit. Seiring berjalannya malam, tahap REM akan menjadi lebih lama, terutama di paruh kedua malam. Sementara tahap REM pertama dapat berlangsung hanya beberapa menit, tahap selanjutnya dapat berlangsung sekitar satu jam.

 

Itu dia 4 tahapan tidur yang patut kamu ketahui. Dengan mengetahui pola tidur yang baik, kamu bisa memaksimalkan energi yang kamu dapatkan.

Kamu bisa mengetahui potensi pola tidurmu melalui genetik mu loh. Tes DNA dari Asaren menawarkan 21 kategori report, yang dimana salah satunya yaitu Pola Tidur yang dapat memberikan serangkaian informasi terkait kondisi dan pola tidur yang bisa kamu miliki.

Ingin tau info selengkapnya? Hubungi customer service kami untuk info lebih lanjut.

 

 

Sumber:

Sleep Foundation – Stages of Sleep

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up