Genetik atau Gaya Hidup, Mana yang Lebih Berpengaruh dalam Hidup Kita?

Gaya hidup

Ditinjau oleh dr. Nurin Aisyiyah Listyasari

Hai teman Asa, pernah kepikiran ga, sebenarnya mana sih yang lebih berpengaruh antara faktor genetik dalam pembentukan kualitas hidup kita? Meski tidak begitu terlihat, sebenarnya kedua faktor ini memiliki pengaruh yang signifikan lho, dalam hidup kita. Tapi, bagaimana mereka bisa berpengaruh? 

Pernah gak sih teman Asa penasaran, kenapa ada orang yang sampai umur tuanya terlihat sehat meski ia adalah perokok berat, atau kenapa ada orang yang gampang sekali untuk jatuh sakit? Apakah genetik memiliki peran yang besar dalam hal ini? Atau justru pola dan gaya hidup kita yang justru yang berperan lebih besar?

Mendengar banyak cerita dari banyak sudut pandang mungkin bisa saja membuat kita mempertanyakan hal-hal ini. Beberapa studi telah membuktikan bahwa kebiasaan gaya hidup yang sehat seperti sering berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat dapat memberikan proteksi terhadap risiko terjadinya penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan bahkan alzheimer. Namun apakah itu artinya hanya gaya hidup yang berperan pada keberlangsungan kualitas hidup kita? Jawabannya tidak juga. 

gaya hidup

Apa Pengaruh Genetik dalam Hidup Manusia?

“Ayahku memiliki riwayat diabetes, haruskah aku khawatir?”

Percaya atau tidak, genetik kita juga ikut menyumbang dan mempengaruhi keberlangsungan hidup kita. Penuaan yang sehat dan umur panjang pada manusia dimodulasi oleh kombinasi faktor genetik dan nongenetik. Studi keluarga menunjukkan bahwa sekitar 25% dari variasi umur panjang manusia disebabkan oleh faktor genetik.

Laura Zimmermann, MD, direktur medis dari Rush University Prevention Center mengatakan bahwa profil genetik kita dapat menunjukkan adanya risiko penyakit. Tetapi gen-gen tersebut biasanya tidak bekerja sendiri.

Kita mewarisi beberapa karakteristik genetik dari orang tua kita, sehingga membuat kita lebih berisiko untuk terkena penyakit. Tapi meskipun begitu, karakteristik genetik tersebut mungkin saja tidak menyebabkan penyakit jika gen tersebut tidak dipicu oleh aspek luar seperti lingkungan dan gaya hidup kita.

Misalnya, pada kasus diabetes, diketahui ada lebih dari 100 jenis gen yang terkait dengan kondisi ini. Namun meski begitu, bukan berarti orang yang memiliki bawaan genetik diabetes akan otomatis pasti akan terserang diabetes suatu saat nanti, karena risiko tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik saja.

Ada banyak faktor yang berperan dalam hidup kita sehingga penyakit diabetes bisa timbul, seperti pola makan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, hingga konsumsi alkohol atau rokok. Faktor-faktor inilah yang dapat memicu perubahan ekspresi dari DNA sehingga menimbulkan diabetes. 

Dapatkah Kita Mengantisipasi Risiko-Risiko Ini?

Kita tahu bahwa genetik dan gaya hidup merupakan dua hal yang akan selalu berkaitan. Karena bagaimana DNA mu diekspresikan ditentukan dari gaya hidupmu. Oleh karena itu dalam menentukan gaya hidup yang kita jalani, kita juga harus memahami tubuh kita yang sebenarnya.

Seperti pada seseorang yang memiliki riwayat diabetes, kamu bisa menjaga pola makan dengan mengukur konsumsi gula harian, aktif berolahraga, menghindari rokok dan konsumsi alkohol, dan rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Melalui gaya hidup sehat, kita bisa menjaga keseimbangan hidup kita dan menurunkan risiko genetik yang kita miliki.

Ketahui Risikomu Melalui Tes DNA!

Asa Ren menyediakan tes DNA yang bisa membantumu untuk memahami tubuhmu lebih mendalam. Melalui teknologi genotipe dan fenotipe, Asa Ren bisa mengetahui risiko serta potensi yang kamu miliki dengan menganalisis DNA mu. Kamu bisa mengetahui mulai dari risiko penyakit, pola makan, alergi, hingga minat dan bakat. 

Dapatkan kitnya melalui aplikasi kami dan nikmati penawaran spesial konsultasi gratis bersama konselor genetik. Cek info selengkapnya di sini.

 

Sumber:

  • WEBMD – Genes vs. Lifestyle: Which Matters More for Health?
  • National Center for Biotechnology Information – Human longevity: Genetics or Lifestyle? It takes two to tango
  • Grid Health – Genetik versus Gaya Hidup, Mana Paling Berpengaruh Munculkan Diabetes?

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up