Gagal Ginjal Akut pada Anak Sudah Ada Obatnya!

anak sakit

Kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia kian meningkat. Penyakit ini umumnya menyerang anak dengan rata-rata usia 6 bulan-18 tahun. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per tanggal 24 Oktober 2022, terdapat 255 pasien anak mengidap penyakit ini. Jumlah tersebut tersebar di 26 provinsi di Indonesia yang mayoritas diderita oleh balita.

Gagal ginjal akut pada anak sebenarnya sama dengan kondisi yang terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, akhir-akhir ini gagal ginjal akut menjadi pusat perhatian bagi banyak orang karena terjadi secara tiba-tiba dan buruknya kondisi ini meningkat hanya dalam dua bulan terakhir.

Seiring dengan peningkatan tersebut, para orangtua diminta untuk tidak panik, tetap tenang, namun selalu waspada terutama ketika anak mengalami gejala yang mengarah pada gagal ginjal akut.

Sebelum mendalami topik ini, yuk kita bahas apa, sih, gagal ginjal akut itu?

Apa Itu Gagal Ginjal Akut?

ginjal dalam tubuh

Gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) adalah kondisi ketika ginjal berhenti secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa terjadi akibat gangguan aliran darah ke ginjal (prerenal), kerusakan di ginjal itu sendiri, atau penyumbatan di aliran urine (postrenal).

Faktor Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak?

Kasus gagal ginjal akut pada anak terjadi karena mengonsumsi obat sirop yang mengandung etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE) yang melebihi ambang batas. Hal ini pun sudah dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butil eter adalah zat kimia yang biasa digunakan sebagai pelarut yang terdapat dalam produk industri maupun rumah tangga. Jadi, jika salah satu dari ketiga zat tersebut terdapat dalam obat dan melebihi ambang batas konsumsi, maka akan menimbulkan dampak pada gangguan saluran pencernaan.

Sesuai standar baku di Indonesia, ambang batas aman atau tolerable daily intake (TDI) untuk cemaran etilen glikol dan dietilen glikol adalah sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari. Konsumsi melebihi TDI dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus gagal ginjal akut pada anak, kenali beberapa tanda dan gejala umumnya yang perlu diketahui oleh orangtua:

  • Batuk
  • Demam
  • Diare
  • Jarang bahkan sama sekali tidak BAK
  • Nyeri bagian perut
  • Muntah
  • ISPA

Baca juga: Mana yang Lebih Berbahaya, Kadar Kolesterol Tinggi atau Trigliserida Tinggi

Gagal Ginjal Akut pada Anak Bisa Disembuhkan?

 

Kondisi gagal ginjal akut jelas saja bisa membahayakan nyawa penderitanya. Namun, jika terdeteksi dan diobati sejak dini, gagal ginjal akut yang kini banyak terjadi pada anak bisa disembuhkan, setelah pemerintah memperoleh obat yang relevan pada penyebab penyakit.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa dia sudah mengetahui obat yang dapat digunakan untuk anak yang terkena gagal ginjal akut. Obat tersebut namanya Fomepizole (injeksi).

Tapi sayangnya, obat tersebut hingga sekarang belum tersedia di Indonesia sehingga masih harus didatangkan dari produsennya di Singapura.

Penanganan Efektif Gagal Ginjal Akut pada Anak

ginjal

Dalam hal penanganan yang efektif terhadap gagal ginjal akut pada anak, Kemenkes RI melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan menerbitkan Surat Keputusan Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Dalam surat keputusan itu, penanganan medis penyakit gagal ginjal pada anak dimulai dari diagnosis klinis dengan mengamati gejala dan tanda klinis yang dialami.

Oleh karena itu, orangtua juga harus aktif melakukan pemantauan tanda bahaya umum, serta pemantauan jumlah dan warna urine (pekat atau kecokelatan). Jika volume urine berkurang atau tidak ada sama sekali selama 6-8 jam, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perlu untuk kamu ketahui, gagal ginjal bukanlah penyakit yang bisa diturunkan atau tidak memiliki keterkaitan dengan genetik. Namun, faktor risiko gagal ginjal, seperti hipertensi atau diabetes memiliki kecenderungan untuk diderita beserta keturunannya. Sehingga penting bagi keturunan penderita penyakit tersebut untuk menjalani hidup sehat agar terhindar dari komplikasi penyakit, seperti gagal ginjal.

Kamu mengenali potensi diri dari berbagai faktor risiko gagal ginjal lewat tes DNA di Asa Ren. Asa Ren bisa membantumu untuk lebih memahami apa yang ada dalam diri, agar kamu dapat mengambil langkah yang tepat untuk menghindari penyakit gagal ginjal akut.

Tes DNA di Asa Ren adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui seluruh informasi tubuh, mulai dari potensi kesehatan, gaya hidup, minat bakat dan lainnya. Kamu bisa beli kit DNA-nya sekarang dan dapatkan penawaran menarik berupa konsultasi gratis bersama konselor kami! Beli kitnya di sini.

Stay safe and healthy, semuanya!

Sumber:

  • Antara News Gangguan Ginjal Akut pada Anak di Indonesia Sudah Bisa Disembuhkan
  • Kementerian Kesehatan Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Meningkat, Orang Tua Diminta Waspada
  • Kementerian Kesehatan – Kemenkes Terbitkan Tata Laksana Penanganan Gagal Ginjal Akut pada Anak
  • CNN Indonesia –  Kemenkes: Mayoritas Pasien Gagal Ginjal Akut Kelompok Balita

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up