Mengupas Gangguan Bipolar, Jangan Disamakan Dengan Kepribadian Ganda!

perbedaan bipolar dan kepribadian ganda
Ditinjau oleh dr. Venty Muliani Sari

Pernahkah kamu mendengar istilah bipolar sebelumnya? Bipolar merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang sering menjadi topik perbincangan masyarakat baru-baru ini. Meski termasuk salah satu gangguan kesehatan mental yang cukup umum, masih banyak orang yang salah kaprah mengenai gangguan kesehatan mental ini.

Banyak orang yang berpikir bahwa bipolar merupakan hal yang sama dengan kepribadian ganda. Namun faktanya, hal itu tidaklah benar karena meski serupa, mereka memiliki gejala dan faktor yang berbeda.

Maka dari itu, mari kita dalami apa itu bipolar yang sebenarnya!

Close up upset woman in therapy

Apa itu Bipolar?

Bipolar atau manik depresif adalah suatu gangguan mental yang menyerang suasana hati secara ekstrim sehingga mempengaruhi emosi, energi, aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan kesehatan mental ini diketahui memiliki 2 fase periode, yaitu manik (naik) dan depresi (turun).

  1. Manik

Dalam periode manik, mereka akan merasa rasa bersemangat dan energik yang berlebih. Beberapa gejalanya seperti :

  • Berbicara cepat
  • Peningkatan emosional
  • Rasa semangat yang berlebihan
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Rasa percaya diri yang tidak realistis
  • Peningkatan rasa gairah

2. Depresi

Sedangkan dalam periode depresi, mereka akan merasakan perasaan sedih dan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas dalam berkepanjangan. Beberapa gejalanya seperti :

  • Kehilangan semangat
  • Perasaan cemas dan sedih yang berlebihan
  • Kesulitan mengingat sesuatu
  • Rasa lelah setiap saat
  • Peningkatan nafsu makan
  • Pemikiran untuk bunuh diri

Biasanya, siklus tersebut akan berputar dalam rentan waktu harian hingga mingguan, bergantung dari jenis bipolar yang mereka idap.

Portrait of man suffering from schizophrenia

Baca Juga: Pentingnya Mengenal Gangguan ADHD Sejak Dini Untuk Pertumbuhan Anak

Faktor Penyebab dari Bipolar

Bipolar memiliki beberapa faktor penyebab yang dapat memicu mereka untuk bisa berkembang di dalam diri seseorang :

  • Faktor Genetik

Gangguan bipolar sering diturunkan, dengan faktor genetik menyumbang sekitar 80% dari penyebab kondisi tersebut. Jika salah satu orang tua memiliki gangguan ini, ada kemungkinan 10% bahwa anaknya akan mengembangkan penyakit tersebut.

Namun jika kedua orang tua memiliki gangguan tersebut, kemungkinan anak mereka terkena penyakit tersebut meningkat menjadi 40%. Hanya karena salah satu anggota keluarga menderita penyakit tersebut, belum tentu anggota keluarga yang lain juga akan menderita penyakit tersebut.

Ada beberapa gen yang diduga terkait dengan timbulnya gangguan tersebut, namun studi familial menunjukkan bahwa gen-gen yang ditemukan diantara anggota keluarga dengan bipolar ternyata berbeda-beda jenis dan jumlahnya.

Maka, hingga saat ini belum ditemukan satu gen yang benar-benar berkaitan dengan risiko terjadinya bipolar. Oleh karena itu, faktor lain selain genetik juga berperan penting terhadap terjadinya gangguan tersebut. Atau dapat dikatakan bahwa pola penurunannya adalah bersifat multifaktorial, yaitu adanya interaksi antara potensi genetik dan faktor lainnya.

  • Faktor Neurokimia

Selain faktor genetik, faktor neurokimia juga memiliki risiko untuk menimbulkan beberapa gejala. Faktor neurokimia merupakan penyebab karena adanya kelainan pada struktur atau fungsi otak yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.

Senyawa kimia penting dalam otak seperti noradrenalin, dopamin, dan serotonin secara konsisten berkaitan dengan gangguan mood psikiatri. Penelitian telah mengungkapkan keabnormalan kadar serotonin otak terhubung ke bipolar karena memiliki korelasi kepada banyak fungsi tubuh, seperti pola tidur, aktivitas, pembelajaran, dan memori.

  • Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan merupakan faktor eksternal yang bisa disebabkan misalnya dari pengalaman, usia, sosial, hingga penyalahgunaan alkohol.

Beberapa faktor lingkungan dan kombinasinya dapat mempengaruhi tercetusnya gangguan tersebut dan berkontribusi terhadap perkembangan gangguan tersebut.

Jenis-Jenis Bipolar

Bipolar terbagi menjadi beberapa jenis :

  • Bipolar tipe I

Dalam tipe I, pengidapnya dapat mengalami episode manik dan hampir selalu mengalami depresi pada beberapa tahap. Biasanya, perubahan suasana hati yang muncul akan sangat terlihat ketika orang tersebut sedang bahagia dan bersemangat, hingga sedih dan depresi berat secara tiba-tiba.

  • Bipolar tipe II

Sedangkan pada tipe II, mereka akan mengalami episode hypomania. Episode hipomania adalah bentuk pertengahan dari episode manik, sehingga efek yang timbul tidak terlalu ekstrim dan perubahan suasana hati tidak terlalu terlihat.

  • Gangguan siklotimia

Untuk tipe yang ini, gejala yang datang biasanya lebih ringan dari gejala yang biasanya. Tipe ini disebut sebagai bipolar disorder dalam versi yang lebih ringan. Gejala yang datang bisa meliputi perubahan suasana hati dalam waktu yang singkat, namun dengan intensitas yang lebih ringan.

  • Bipolar disorder not otherwise specified (BP-NOS)

Dalam Bipolar disorder not otherwise specified (BP-NOS), gangguan masih melibatkan episode mood manik yang tidak biasa. Namun, gejala yang timbul tidak sesuai dengan tiga kategori lainnya. Misalnya, seseorang dapat memiliki beberapa gejala hipomania, dan setelah itu diikuti oleh episode depresi yang berlebihan.

Hand choosing happy face

Perbedaan Bipolar dan Kepribadian Ganda

Banyak yang belum memahami sepenuhnya, namun bipolar dan kepribadian ganda merupakan dua gangguan kesehatan mental yang berbeda. Banyak yang berpikir bahwa gangguan ini merupakan gangguan mental yang sama dikarenakan mereka memiliki gejala yang mirip, meski faktanya tidak seperti itu.

Bipolar merupakan gangguan kepribadian yang menyerang emosi dan suasana hati secara ekstrim. Meski memiliki gejala yang mirip, mereka tidak memiliki masalah dalam identitas dirinya sendiri. Mereka bisa mengalami perubahan suasana hati dan kepribadiannya secara drastis, namun mereka masih tetap menjadi diri sendiri.

Namun pada kepribadian ganda, seseorang akan memiliki lebih dari 1 kepribadian yang membuat mereka berubah menjadi suatu orang yang berbeda dari kepribadian mereka yang sebenarnya, sehingga mengganggu identitas mereka.

Kepribadian ganda biasanya sebagian besar disebabkan karena pengalaman traumatis. Seseorang dengan kepribadian ganda akan menciptakan sebuah kepribadian baru sebagai respon dari pengalaman yang mereka alami.

Bagaimana Pencegahannya?

Hingga saat ini, gangguan ini belum ditemukan penyebab pastinya, sehingga obatnya belum ditemukan. Maka ada baiknya untuk memeriksa kepada dokter ketika mulai merasakan gejalanya.

Selain melalui dokter, kamu juga bisa mencari potensi bipolar dengan melakukan tes DNA. Tes DNA dapat mendeteksi seberapa besar potensi genetik dirimu untuk mengidap suatu gangguan kesehatan mental. Selain itu, tes DNA juga dapat  mendeteksi berbagai macam masalah dan kekhawatiran yang kamu miliki, mulai dari kesehatan fisik, alergi, pola makan, bakat, hingga kepribadian.

Ayo jalan tes DNA bersama Asaren dan temukan potensi kesehatan mental yang kamu miliki! Beli kitnya di sini.

 

Sumber:

  • ResearchGate; MULTIPLE PERSONALITY DISORDER; by Darsshen Ramana, Quest international University Perak
  • National Institute of Mental Health – Bipolar Disorder
  • BIPOLAR DISORDER IN ADULTS; International Research Journal of Pharmacy 4(6):34-38 DOI:10.7897/2230-8407.04608
  • Kesehatan.kontan.co.id – News: Apa Itu Bipolar? Ini Tipe Gangguan Bipolar yang Perlu Diketahui

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up