Waspada! Wanita Menopause Memiliki Risiko Osteoporosis Yang Lebih Tinggi

Postmenopausal Osteroporosis pada Wanita
ditinjau oleh dr. Nurin Aisyiyah Listyasari

Menopause merupakan sebuah kondisi pada wanita yang akan terjadi secara alami  pada umur tertentu dengan tanda dan gejala yang bervariasi. Berbagai kondisi kesehatan juga akan muncul mengiringi datangnya menopause. Tahukah kamu? Menopause dapat meningkatkan risiko wanita terkena osteoporosis?

Menopause merupakan fase berakhirnya siklus menstruasi wanita secara alami. Biasanya, keadaan ini akan terjadi ketika seorang wanita memasuki rentang usia 45-55 tahun. Seorang wanita bisa dikatakan sudah menopause ketika mereka tidak lagi mengalami siklus menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Saat mengalami menopause, wanita akan menghadapi serangkaian gejala baik dari segi kesehatan fisik maupun psikologis. Salah satu kondisi yang dapat ditimbulkan ketika mereka telah mengalami menopause yaitu osteoporosis.

Osteoporosis merupakan penyakit yang menyerang ketahanan tulang. Seseorang yang memiliki kondisi ini akan merasakan nyeri atau kesulitan bergerak karena tulang yang mulai mengalami pengeroposan. Osteoporosis sendiri disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari faktor usia, genetik, kekurangan vitamin, hingga ketidakseimbangan hormon.

wanita kesakitan akibat menstruasi

Baca Juga: Kenali Gangguan Hormon Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) Pada Wanita

Kenapa wanita lebih berisiko terkena osteoporosis setelah menopause?

Pada wanita menopause, risiko untuk terkena osteoporosis akan meningkat karena menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Hormon estrogen merupakan hormon yang berfungsi untuk melindungi tulang dari pengeroposan dan rasa sakit yang berlebih.

Seperti diketahui bahwa hormon estrogen penting pada metabolisme tulang sebagai pengatur osteoblast; sel yang membentuk lapisan tulang baru. Pada kondisi menopause, kadar estrogen yang menurun menyebabkan berkurangnya aktivitas dan kepadatan tulang sehingga beresiko terjadinya osteoporosis. Selain itu, wanita diketahui juga memiliki massa otot yang lebih kecil dibanding pria, sehingga ukuran tulang mereka juga lebih kecil.

Tetapi, osteoporosis merupakan gangguan kesehatan yang cukup umum dan dapat disebabkan  tidak hanya dari menopause saja. Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko osteoporosis antara lain :

  • Kekurangan asupan kalsium

Tidak diragukan lagi kalau kalsium adalah salah satu zat yang berperan penting dalam pembentukan massa tulang. Hal ini dikarenakan tubuh kita membutuhkan kalsium untuk menjaga kesehatan berbagai organ tubuh untuk bekerja dengan baik.

Jika tubuh kita kekurangan asupan kalsium, maka tubuh kita akan mengeluarkan hormon untuk mengambil pasokan kalsium dari bagian tubuh lain, salah satunya yaitu tulang. Semakin banyak kalsium yang diambil dari tulang, semakin besar risiko kita untuk terkena osteoporosis.

  • Kekurangan vitamin D

Meski sering mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, tubuh kita akan tetap rentan untuk terkena osteoporosis jika kekurangan vitamin D.

Vitamin D merupakan asupan yang kita butuhkan agar tubuh dapat menyerap kalsium dengan baik dari sumber makanan yang kaya akan kalsium. Jika kekurangan vitamin D, maka tubuh kita akan kesulitan untuk menyerap kalsium dari makanan-makanan tersebut.

  • Kurang aktivitas fisik

Aktivitas fisik merupakan salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk melatih kekuatan tulang. Rendahnya aktivitas fisik dapat membuat fungsi tulang menurun dan melemah, sehingga meningkatkan risiko dari osteoporosis.

  • Genetik

Osteoporosis merupakan salah satu penyakit genetik yang bisa saja diturunkan secara turun menurun. Dalam penelitian dari Calcified Tissue International, mengatakan bahwa osteoporosis adalah penyakit yang juga dikaitkan dengan polimorfisme gen C677T, selain Alzheimer dan kardiovaskular.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa polimorfisme C677T pada gen MTHFR dikaitkan dengan BMD (bone mineral density) wanita yang telah mengalami menopause. Selain itu, beberapa laporan menunjukkan bahwa polimorfisme MTHFR dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang osteoporosis pasca menopause.

wanita menopause

Bagaimana Cara Penanganannya?

Perlu ditekankan bahwa osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang tergolong sebagai silent disease. Penyakit ini dapat menyerang kalian tanpa menunjukan gejala apa-apa sebelumnya, maka cara terbaik untuk mencegah perkembangan dari penyakit ini adalah dengan mencegahnya.

Dalam mencegah osteoporosis, pola hidup sehat merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah terjadinya penyakit ini. Untuk menjaga kesehatan tulang, otot, dan persendian, penuhi nutrisi penting ini dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya nutrisi dan vitamin, dan juga berolahraga dengan rutin untuk melatih kekuatan tulang. Selain itu, genetik juga berperan dalam pertumbuhan penyakit ini, maka ada baiknya kita untuk tetap waspada.

Jadi untuk teman Asa, terutama yang wanita, pastikan untuk tetap menjaga kesehatan tubuhmu dari sekarang ya! Kamu juga bisa mencari tahu potensi yang ada di dalam tubuhmu dengan mencari tahu seperti apa DNA kamu melalui tes DNA. Dengan tes DNA di Asaren, kamu dapat menemukan seberapa besar risiko yang kamu miliki untuk bisa terkena osteoporosis terutama setelah mengalami menopause. Cek info selengkapnya di sini.

 

Sumber:

  • National Center of Biotechnology Information – PMC5643776: Primary osteoporosis in postmenopausal women, by Meng-Xia Ji and Qi Yu
  • National Center of Biotechnology Information – PMC3596689: Association of the MTHFR C677T polymorphism and bone mineral density in postmenopausal women: a meta-analysis, by Donghua Li and Jie Wu
  • P2PTM Kemkes – Apa saja faktor yang menyebabkan Osteoporosis?

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up